Genre Musik: Pengertian, Sejarah, Perkembangan dan Jenis

Musik tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Sudah sejak jaman kuno nada memberi warna dalam kehidupan manusia.

Di zaman modern ini nada selalu menghiasi kegiatan manusia di setiap kegiatannya. Tidak hanya dalam situasi santai, namun ketika bekerja, belajar, berolahraga dan juga dalam perjalanan.

Musik pun dalam sejarah kehidupan mengalami perkembangan yang beragam. Mulai dari yang tradisional hingga yang modern ketika sudah ada penggabungan antara instrumen dengan listrik.

Dalam konteks tradisional nada tidak hanya bertujuan untuk menghibur tetapi juga untuk ritual dan tradisi yang berkembang dalam masyarakat. Di dunia modern nada sudah menjadi industri.

Perkembangan Musik

Perkembangan Genre Musik

Jika kita mendengar kata musik, maka pasti dalam benak kita, bahkan teling kita, terngiang nada-nada harmonis yang indah. Uniknya, dalam semua tradisi dan sejarah manusia, nada-nada selalu hadir dalam berbagai bentuknya. Jika kita melihat Indonesia saja instrumen-instrumen khas dimiliki masing-masing daerah.

Di Jawa dan Bali kita bisa melihat gamelan dan angklung. Di Kalimantan ada sape yang menjadi ciri khasnya. Di NTT terdapat sasando yang menjadi andalan. Dan masik banyak lagi kesenian tradisional dengan nada yang indah.

Ada tiga hal paling tidak yang menjadi tujuan adanya musik, yaitu tradisi, hiburan dan industri. Jika melihat tujuan pertama, nada yang harmonis menjadi tradisi yang ada di setiap daerah demi kepentingan ritual.

Banyak contoh yang menunjukkan upacara-upacara tradisional diiringi dengan harmoni nada-nada. Misalnya Jathilan yang memerlukan gamelan semarak dalam ritualnya.

Selanjutnya, ketika berbicara hiburan, hampir tujuan utama bermusik adalah untuk menghibur. Maka tidak aneh ketika ada acara-acara yang sifatnya perayaan bahagia pasti ada lagu yang mengiringi. Acara pernikahan, ulangtahun, wisuda, reuni pasti diwarnai dengan lagu-lagu untuk menambah keasyikan suasana.

Baca Juga :  Seni Patung: Pengertian, Sejarah, Jenis, Unsur dan Contoh

Kemudian yang ketiga adalah industri. Dalam konteks ini, bermusik dipakai untuk berbinis. Itulah alasan kenapa dengan mudah Anda menemukan rumah-rumah produksi yang menjual karya-karya musisi ternama. Apalagi musisi profesional, mereka menggantungkan hidup dan karier mereka di dunia seni nada dan suara.

Inkulturasi Musik

Apa itu Genre Musik

Di dunia modern ini ketika kita berbicara mengenai musik tradisional dan modern sebenarnya sudah tidak ada batasnya. Hal ini disebabkan adanya inkulturasi budaya yang ada.

Sering Anda lihat dalam konser adanya kolaborasi antara instrumen tradisional dengan instrumen modern yang menghasilkan karya-karya baru dan segar. Seni ini lumrah disebut seni kontemporer.

Bahkan tidak hanya antara instrumen modern dan tradisional, instrumen tradisional antar daerah pun sudah umum dikolaborasikan untuk menciptakan karya baru.

Kemajuan ini didukung dengan adanya kajian-kajian seni serta jurusan musik penciptaan yang selalu memunculkan ide-de baru dan segar.

Inkulturasi musik zaman ini didukung dengan kecanggihan tekhnologi recording dan mixing audio. Dengan kualitas yang baik, hasil nada dan lagu yang diproduksi pun semakin indah dan harmoni.

Dengan kemajuan tekhnologi pula, orang tidak harus selalu datang ke konser untuk mendengarkan lagu. Cukup dengan pemutar audio atau smartphone, Anda sudah bisa menikmati karya seni ini.

Genre Musik

Musik

Dengan semakin kayanya model dan bentuk nada yang diproduksi oleh banyak musisi, karya-karya tersebut kemudian dibagi ke dalam genre-genre yang berbeda.

Penikmatnya pun beragam. Ada yang senang dengan semua genre, ada yang hanya senang mendengarkan beberapa genre saja, ada juga yang hanya setia dengan satu genre saja.

Kehadiran beragam genre ini memancing adanya kelompok penggemar sesuai dengan jenis yang disenangi. Ada komunitas pencinta genre pop, rock atau jazz. Biasanya selain jenis musiknya, mereka juga membetuk komunitas akibat kecintaan kepada musisi tertentu. Berikut ini adalah beberapa genre yang populer.

Baca Juga :  Modernisasi: Pengertian, Ciri, Dampak, Hubungan, Pembahasan

1. Blues

Blues adalah sebuah genre yang disematkan pada nada yang berkembang dalam penduduk Afrika-Amerika yang tinggal di Deep South, Amerika Serikat.

Musik ini mulai berkebang di akhir tahun 1800 menuju tahun 1900. Pada awalnya lagu-lagu blues dimaksudkan untuk lagu rohani, lagu kerja, dan pengiring kerja lapangan. Maka tidak aneh, genre ini mengandung teriakan-teriakan yang khas.

Ciri khas lain genre ini selain teriakan adalah liriknya yang lugas dan naratif. Narasinya tidak berbelit dan puitis menggunakan banyak metafora, namun lebih pada cerita sederhana dengan irama balada yang semarak.

Walaupun sekarang nada ini dianggap mewah dan berkelas, pada awalanya genre ini sebenarnya adalah milik pekerja.

Beberapa musisi blues yang populer adalah B.B King, Louis Jordan, Louis Amstrong, Bessie Smith dan masih banyak yang lain. Musik dengan garis bass yang menonjol dan ritmis ini tidak hanya berkembang di Amerika, namun kemudian juga ke Eropa dan Asia.

2. Jazz

Masih bersinggungan dengan Blues, genre berikutnya adalah Jazz. Bisa dikatakan Jazz adalah kelanjutan Blues dengan lebih banyak improvisasi pada bagian melodi dan chord.

Temponya pun agak sedikit dipercepat. Karena kata kuncinya adalah improvisasi, maka musisi jazz profesional biasanya akan selalu berimprovisasi dalam penampilannya.

Improvisasi ini berkaitan dengan nada-nada melodi yang mengisi chord yang sedang berjalan. Maka tak aneh jika musisi jazz tidak pernah tampil dua kali dengan melodi yang benar-benar identik.

Keunikan jazz yang lain adalah komunikasi dan relasi yang terjalin antar masing-masing instrumen dalam penampilannya.

3. Pop

Musik pop adalah yang paling populer, sebagaimana istilah yang dipakai untuk menamainya. Genre ini berkembang paling pesat. Hal ini dikarenakan genre ini memang ditujukan untuk hiburan rakyat. Musik ini bahkan selalu diidentikkan dengan milik semua orang.

Baca Juga :  Resensi: Pengertian, Unsur, Jenis, Tujuan, Manfaat, Fungsi

Ciri khasnya adalah nadanya yang mudah, liriknya yang mudah dipahami, dan harmoni nada yang tidak memekakan telinga. Genre ini sangat cocok untuk menemani suasana santai dan rileks. Di abad milenial ini, pop elektrik adalah jenis yang paling digandrungi sekaligus dipromosikan paling gencar dalam industri.

4. Rock

Genre rock mulai populer pada tahun 50-an. Genre ini menggabungkan rhytm, blues dan sedikit country. Pada awalnya musisi rock diidentikkan dengan model maskulin. Pada akhirnya banyak juga musisi rock perempuan yang muncul dan digandrungi

Hal-hal yang dibahas di atas adalah perkembangan musik dan seluk-beluk yang melingkupinya. Kembali lagi sebenarnya semua adalah soal selera. Setiap suasana memerlukan nada-nada yang sesuai untuk menjaga nuansa yang harmonis.

Berbagi itu Indah!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.