Kata Pengantar Makalah: Unsur, Jenis, Susunan dan Contoh

Bagi Anda yang duduk di bangku sekolah atau kuliah, pasti tidak asing lagi dengan yang namanya ‘makalah’. Ya, makalah menjadi satu bentuk karya ilmiah yang sangat umum dalam dunia pendidikan.

Untuk membuat sebuah makalah, tidak bisa secara asal-asalan. Mulai dari kata pengantar makalah yang sekilas hanya sebagai pelengkap, hingga ke isi makalah sebagai point penting.

Jika baru saja mendapat tugas membuat atau menyusun makalah, misalnya Anda baru saja menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah, ada beberapa hal yang wajib dipahami agar makalah Anda mendapat nilai terbaik dari pihak pengajar.

Kata Pengantar Makalah dan Unsur Lainnya

Sebelum membahas bagaimana cara membuat makalah yang baik dan benar, atau membuat kata pengantar dengan rapi, kenali dulu apa itu makalah serta apa saja fungsinya.

Lalu, mengapa makalah banyak sekali diminta oleh pihak pengajar seperti dijadikan tugas, hingga syarat tertentu? Mari kita ulas bersama.

Makalah bisa diartikan sebagai salah satu bentuk karya ilmiah yang isinya membahas sebuah permasalahan dengan topik tertentu, kemudian pembahasannya berdasarkan analisis yang ditulis oleh seseorang atau kelompok secara objektif.

Jadi makalah merupakan satu karya ilmiah yang disusun dan ditulis untuk membahas lebih dalam sebuah masalah dari berbagai sisi.

Agar masalah tersebut lebih jelas dan informasi tersebut bisa dijelaskan pada banyak pihak. Biasanya selain membuat makalah, pihak pengajar meminta pembuatnya untuk mempresentasikan isinya ke depan publik.

Maka dari itu sangat penting menyusun kata pengantar makalah serta isinya semaksimal mungkin.

Baca Juga :  Prinsip Ekonomi: Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Ciri-ciri

Memang bagi setingkat sekolah menengah, pembuatan makalah masih terkesan bebas dan disusun seperlunya saja.

Tetapi di dunia kuliah ataupun di atasnya, makalah harus disusun sangat rapi dengan pembahasan masalah yang jelas.

Misalnya makalah untuk perkuliahan, seminar, atau simposium. Banyak hal yang perlu diperhatikan ketika membuat sebuah makalah.

Karena dari segi kebutuhannya beragam, jenis makalah pun ada banyak. Termasuk bentuk makalahnya.

Seperti yang sudah disebutkan, makalah yang dibuat untuk keperluan tingkat sekolah menengah tentunya akan berbeda dengan makalah untuk keperluan kuliah.

Unsur-unsur Makalah

Unsur-unsur Makalah
Unsur-unsur Makalah

Unsur-unsur yang lebih baik diperhatikan dan dimasukan dalam sebuah karya ilmiah berbentuk makalah meliputi:

  • Data yang dijadikan referensi memiliki validitas tinggi (terbukti benar)
  • Analisis diutarakan secara objektif
  • Kejujuran dari penulis wajib hukumnya
  • Menyebutkan semua sumber data yang menjadi bahan mencari referensi dan pengumpulan informasi
  • Tulisan dalam makalah harus jelas, menggunakan bahasa sopan (formal), disusun secara rapi, sederhana, dibuat dengan teliti, serta dibentuk secara singkat
  • Makalah dirancang secara sistematis dan utuh

Pembuatan sebuah makalah dengan memasukan atau mengikuti unsur-unsur di atas ini sangat basic.

Jadi pastikan makalah yang Anda buat memasukan keenam unsur sebagai satu pondasi dalam membuat makalah yang benar, juga sebagai susunan makalah yang ideal.

Merancang Susunan Makalah

Sudah memahami dan mengingat unsur-unsurnya? Anda bisa mulai membuat outline makalah dengan coba memahami juga fungsi-fungsi dari makalah tersebut.

Tentu saja membuat atau menyusun makalah ini diikuti dengan tujuan dan fungsi yang jelas.

Bukan sekadar membuat karya ilmiah atau menganalisis masalah saja.

Fungsi dari makalah berupa:

  • Melatih keahlian dalam menulis.
  • Menambah wawasan, baik bagi penulis, atau pihak yang menikmatinya (menikmati karya ilmiah).
  • Belajar menyumbangkan pemikiran berbentuk konsep teoretis ataupun bentuk lainnya.
  • Memberi manfaat dalam perkembangan konsep keilmuan, serta dalam pemecahan masalah.
  • Belajar menganalisis masalah dari data yang terbukti nyata.
Baca Juga :  Seni Patung: Pengertian, Sejarah, Jenis, Unsur dan Contoh

Jenis-jenis Makalah

Jenis-jenis Makalah
Jenis-jenis Makalah

Jenis makalah bisa dikatagorikan menjadi tiga macam yaitu:

Makalah Deduktif

Makalah jenis deduktif adalah makalah yang dibuat berdasarkan kajian teoretis. Makalah ini lebih mengedepankan analisis yang menggunakan sumber-sumber referensi relevan untuk dapat menganalisis permasalahannya.

Makalah Induktif

Makalah jenis induktif adalah makalah yang dibuat berdasarkan data empiris dan didapatkan dari kajian dengan turun langsung ke lapangan.

Data-data yang didapat dari kegiatan penelitian langsung ke lapangan tersebut digunakan untuk menyusun analisis objektif terhadap permasalahannya.

Makalah Campuran

Makalah jenis campuran adalah makalah yang mencampur kedua jenis makalah di atas yaitu dibuat berdasarkan kajian teoritis dan data empiris.

Ini menjadi jenis makalah yang dinilai paling bagus karena berarti pembuatnya sangat aktif mencari data informasi dalam menganalisis permasalahannya.

Cara menyusun makalah sebenarnya sama saja di setiap jenisnya, baik dedukatif, induktif, ataupun campuran.

Namun karena dari segi cara menggunakan datanya berbeda, dari segi detail pun akan ada perbedaan. Susunan makalah secara umum terdiri dari:

  1. Halaman Muka
  2. Kata Pengantar
  3. Daftar Isi
  4. Pendahuluan
  5. Isi dan Pembahasan
  6. Penutup
  7. Daftar Pustaka
  8. Lampiran

Membuat Kata Pengantar Makalah

Membuat dan menyusun kata pengantar dalam sebuah makalah bukan tentang bagaimana kita membuka tulisan, tetapi berisikan bagaimana proses kita membuat makalah tersebut.

Seperti apa saja kendala yang dihadapi, ingin mengucapkan ucapan terima kasih kepada siapa, hingga perkenalan singkat.

Contoh singkat kata pengantar pada sebuah makalah sebagai berikut:

Kata Pengantar

Puji Tuhan saya ucapkan terima kasih atas bantuan Tuhan yang telah mempermudah dalam proses pembuatan makalah ini, hingga dapat terselesaikan tepat waktu. Tanpa bantuan-Nya, saya bukan siapa-siapa. Saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada orang tua, keluarga, dan teman-teman yang sudah sangat mendukung saya.

Baca Juga :  Narasi: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, Unsur dan Struktur

Banyak sekali yang akan dibahas mengenai “Pentingnya Mengurangi Sampah Plastik”. Dalam hal ini, saya ingin membahas tentang bagaimana pentingnya mulai menyadari penumpukan sampah plastik akibat masih banyak digunakan di kehidupan sehari-hari kita. Masalah ini memang mulai banyak menyita perhatian dunia, termasuk di Indonesia sebagai salah satu negara penghasil limbah plastik terbanyak.

Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kalimat atau kata-kata yang salah. Tidak ada manusia yang sempurna kecuali Tuhan. Semoga tulisan saya dapat menambah informasi dan menambah wawasan bagi Anda yang membacanya.

Demikian saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Penulis

Isi dari susunan bagian kata pengantar makalah dapat dikembangkan lagi sesuai kebutuhan Anda atau sesuai dengan topik dan masalah utama yang Anda bahas dalam makalah.

Pada intinya, bagian ini berisikan pesan Anda kepada pembaca dan penikmat karya ilmiah yang Anda tulis.

Berbagi itu Indah!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.