Bimbingan Konseling: Pengertian, Tujuan, Prinsip, Manfaat

Konseling yaitu terjemahan Bahasa Inggris dari kata Counselling yang berarti penyuluhan. Namun ada sebagian yang tidak sependapat, karena kata penyuluhan tersebut berasal dari kata “suluh” yang artinya yaitu penerangan (obor).

Sehingga diartikan menjadi penyuluhan yang berarti memberikan penerangan terhadap seseorang mengenai suatu hal yang belum diketahui dan menjadi tahu.

Namun dalam bidang pendidikan, terjemahan yang dianggap paling tepat merupakan ciri suatu profesi penyuluhan yang dilakukan di sekolah.

Meskipun diartikan dalam beberapa versi, namun tidak perlu di besar-besarkan yang terpenting adalah seorang pembimbing harus melakukan tindakan yang sesuai dengan yang dikandung dalam kata tersebut.

Pengertian Konseling

Pengertian Bimbingan Konseling
Pengertian Bimbingan Konseling

Yaitu suatu upaya bantuan yang dilakukan dengan tatap muka antara klien dan konselor, berisi suatu usaha yang selaras, human (manusiawi) dan unik.

Kegiatan ini dilakukan pada suasana keahlian yang didasari dengan norma-norma yang berlaku, supaya klien mendapatkan suatu konsep kepercayaan atas dirinya sendiri untuk merubah tingkah lakunya dengan lebih baik di masa depan.

Selain itu, menurut Prayitno (2004) merupakan suatu bantuan yang diberikan seorang konselor kepada klien untuk mengatasi segala permasalahan klien. Dalam hal ini, maka dilakukan dengan tatap muka secara langsung antara konselor dengan klien.

Sedangkan dalam pembahasan masalah bersifat mendalam dan menyentuh hal-hal penting mengenai klien.

Bahkan karena sangat pentingnya, bisa jadi menyangkut masalah atau rahasia pribadi klien, namun bersifat meluas dan meliputi dari berbagai segi yang menyangkut permasalahan pada klien.

Selain itu juga bisa bersifat spesifik yang mengarah untuk menyelesaikan masalah klien.

Baca Juga :  Transformator: Pengertian, Fungsi, Jenis-jenis, Cara Kerja

Dari berbagai pendapat di atas, disimpulkan bahwa konseling merupakan suatu bantuan yang dilakukan secara profesional dan diberikan oleh konselor kepada klien dengan bertatap muka secara langsung untuk memperoleh pemahaman diri ke arah yang lebih baik dan kemampuan untuk mengontrol diri diarahkan sebagai pemecahan masalah dan untuk memperbaiki tingkah lakunya di masa mendatang.

Pembahasan masalah tersebut bersifat mendalam dan melibatkan hal-hal penting mengenai klien, bersifat spesifik yang mengarah untuk penyelesaian masalah klien yang urgen, serta bersifat luas dari berbagai jenis permasalahan yang klien hadapi.

Tujuan Konseling

Tujuan Bimbingan Konseling
Tujuan Bimbingan Konseling

Tujuan Konseling terbagi menjadi dua, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pembahasan di bawah ini.

Tujuan Umum

Tujuan secara umum yaitu terentaskannya suatu masalah yang dialami oleh klien. Upaya dalam pengentasan masalah klien bisa berupa strategi untuk mengurangi intensitasnya pada masalah tersebut.

Selain itu juga dengan mengurangi intensitas hambatan atau kerugian yang disebabkan dari masalah klien dan menghilangkan masalah yang dituju.

Dengan adanya layanan ini, maka beban dari klien menjadi lebih ringan, sehingga kemampuannya dapat ditingkatkan dan potensi klien juga bisa dikembangkan menjadi lebih baik.

Tujuan Khusus

Klien mampu memahami atas seluk beluk masalah yang dialami secara komprehensif, mendalam, positif dan dinamis.

Pemahaman tersebut mengarah terhadap dikembangkannya sikap dan persepsi serta semua kegiatan dengan tujuan untuk mengentaskan masalah secara spesifik yang dihadapi oleh klien.

Pemeliharaan dan pengembangan potensi pada klien dari berbagai unsur positif pada dirinya menjadi latar belakang untuk pengentasan dan pemahaman masalah yang dialami oleh klien.

Sehingga unsur-unsur positif yang terdapat pada diri klien dapat diperkuat oleh terentaskannya dari suatu masalah.

Baca Juga :  Prosedur: Pengertian, Ciri-ciri, Tujuan, Jenis dan Struktur

Pihak yang Saling Terikat dalam Proses Konseling

Pihak Terkait Bimbingan Konseling
Pihak Terkait Bimbingan Konseling

Dalam sebuah proses ini, yang berperan dalam dua pihak terkait yaitu seorang konselor dan klien akan menjalin sebuah hubungan yang professional.

Konselor

Konselor merupakan seorang ahli dalam proses penyuluhan, sehingga memiliki kewenangan dan mandat yang dilakukan secara profesional untuk memberikan pelayanan terbaik.

Dalam proses ini, seorang konselor akan aktif dalam mengembangkan proses penyuluhan melalui pendekatan, teknik dan juga asas-asas terhadap klien.

Dalam proses penyuluhan, selain menggunakan media pembicaraan verbal. Seorang konselor juga bisa menggunakan media gambar, tulisan, elektronik, media pengembangan tingkah laku atau media pembelajaran lainnya.

Semua hal itu diupayakan seorang konselor dengan cara-cara yang lebih cermat dan tepat, demi terselesaikan masalah yang dihadapi oleh klien.

Klien

Klien merupakan seorang individu yang sedang menghadapi masalah dalam hidupnya. Klien menanggung beban berat, uneg-uneg bahkan terkadang mengalami kekurangan yang ingin diisi atau terdapat sesuatu yang ingin dikembangkan pada dirinya, untuk menjadi lebih baik.

Hal itu dilakukan, agar dia mendapatkan suasana pikiran atau perasaan yang lebih ringan, memiliki kehidupan lebih berarti, memperoleh nilai tambah dan hal-hal positif lain selama menajalani hidup seharian dan dalam rangka kehidupan dirinya pribadi secara menyeluruh.

Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling

Agar dapat terlaksana proses pelayanan bimbingan dengan sebaik-baiknya, ada beberapa hal yang wajib dijadikan sebagai pedoman.

Sehingga proses pelayanan bimbingan tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana yang diharapkan. Berikut ini beberapa prinsip-prinsip bimbingan yang perlu diketahui.

1. Dalam memberikan layanan bimbingan siswa (individu) yaitu dianggap sebagai individu yang memiliki kemampuan, termasuk dalam memecahkan suatu masalah.

Tugas dari seorang pembimbing yaitu untuk meningkatkan kemampuan siswa agar menjadi siswa yang lebih cerdas dan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Baca Juga :  Analisis: Pengertian, Perbedaan, Penggunaan, Pembahasan

2. Siswa merupakan seorang individu yang sangat berharga, sehingga wajib di hargai, dihormati bagaimanapun keadaannya, mereka tidak boleh dikucilkan atau diremehkan.

Apalagi direndahkan martabatnya, baik dengan sikap ataupun kata-kata seorang pembimbing.

Seorang pembimbing sebaiknya menunjukkan sikap hormat pada klien, menunjukkan perhatiannya sehingga klien tersebut tumbuh rasa percaya terhadap pembimbing tersebut.

Dengan begitu, maka siswa akan mengemukakan masalah yang sedang dialaminya dan tidak memiliki rasa ragu-ragu, takut, curiga dan sebagainya.

3. Siswa sebagai seorang individu yang memiliki tingkah laku bermacam-macam dan diwarnai oleh keadaan fisik, sosial, psikis dan latar belakang lainnya, begitu juga dengan kelainan dari tingkah lakunya.

4. Siswa merupakan makhluk unik, itu artinya bahwa antara siswa yang satu dengan siswa lainnya terdapat perbedaan.

maka perlu sekali dipahami karakter masing-masing siswa sehingga lebih mudah dalam mengembangkan kemampuan bakatnya.

5. Keberhasilan suatu layanan bimbingan di sekolah sangat didukung oleh kesediaan dan kesadaran dari masing-masing siswa itu sendiri. Tanpa adanya kesadaran, maka layanan bimbingan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Oleh karena itu, usaha paling awal dibutuhkan oleh seorang pembimbing di sekolah yaitu menanamkan kesadaran akan pentingnya melakukan bimbingan bagi dirinya sendiri.

Setelah itu, baru melakukan layanan bimbingan untuk siswa. Tentunya hasilnya akan lebih baik dan sesuai dengan yang diharapkan.

Dari beberapa penjelasan mengenai konseling di atas, baik dari pengertian, tujuan, pihak-pihak yang terikat dan prinsip-prinsip bimbingannya, semoga dapat bermanfaat bagi Anda yang berprofesi sebagai konselor ataupun klien.

Sehingga keduanya saling timbal balik untuk mendapatkan manfaat di masa depan.

Berbagi itu Indah!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.