Wacana: Pengertian, Jenis, Tujuan, Contoh dan Pembahasan

Sebuah paragraf dalam suatu artikel pasti terdapat kalimat penghubung, kalimat berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya.

Sehingga dalam paragraf tersebut dapat ditarik kesimpulan mengenai sesuatu yang tengah dibahas, pada umumnya deretan kalimat tersebut dinamai dengan sebutan wacana.

Kalimat ini disebut menempati hierarki paling atas pada tingkat kebahasaan, hal tersebut dikarenakan merupakan satuan gramatikal tertinggi dan terbesar.

Bentuknya tak hanya satu tetapi terdapat beberapa seperti kata, kalimat, paragraf atau karangan yang lebih besar lainnaya seperti salah satunya adalah artikel.

Pengertian Wacana

Pengertian Wacana

Wacana atau juga disebut dengan discourse adalah deretan beberapa kalimat yang saling berkaitan satu sama lain dengan menghubungkan proposisi satu kalimat dengan yang lainnya di dalam kesatuan makna yang semantis antarbagian di dalam suatu bangun bahasa, bisa juga merupakan kesatuan bahasa lengkap dan utuh karena setiap bagiannya saling terkait.

Seperti yang dijelaskan diatas bahwa hal ini menempati posisi teratas hierarki tingkat kebahasaan karena merupakan suatu gramatikal tertinggi dan paling besar.

Kata yang digunakan dalam discourse juga berpotensi sebagai suatu kalimat, bukan kata yang keluar dari konteks.

Hal ini sangat bergantung pada kebutuhan dan keaslian unsur dari makna serta konteks yang melengkapinya, karena satuan bahasa yang dimiliki utuh dan lengkap serta berhubungan secara padu.

Bentuknya dapat berupa kalimat, paragraf, kata hingga sebuah karangan seperti salah contohnya sebuah artikel.

Baca Juga :  Modernisasi: Pengertian, Ciri, Dampak, Hubungan, Pembahasan

Pengertian lain menyebut, merupakan sebuah satuan bahasa lisan maupun tulisan yang memiliki keterkaitan antara bagian satu dengan yang lain atau kohesi, koheren, perpaduan yang bermakna digunakan untuk melakukan komunikasi dalam konteks sosial. Karena saking pentingnya, terdapat pula para ahli yang memiliki pandangan berbeda terkait hal ini.

Pengertian Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa ahli yang memiliki definisi tersendiri mengenai apa itu yang disebtut dengan wacana, meski tak menampik ada kesamaan, namun pengertian menurut para ahli ini menjadikan banyak orang lebih mudah dalam memahami dan mempelajarinya.

1. Harimurti Kridalaksana

Bagi Harimurti Kridalaksana, yang dimaksud dengan discourse merupakan satuan bahasa terlengkap dan juga merupakan satuan gramatikal paling tinggi dan teratas dalam hierarki sebuah gramatikal.

2. James Deese

Merupakan seperangkat proposisi yang saling berhubungan dalam menghasilkan kepaduan atau kohesi bagi para pembaca atau penyimak.

Kohesi tersebut harus muncul dari isi discourse itu. kemudian akan ada banyak kepaduan yang dapat ditemukan oleh para pembaca.

3. Fatimah Djajasudarma

Discourse merupakan rentetan kalimat yang berhubungan, menghubungkan proposisi antara satu kalimat dengan proposisi yang lain, kemudian membentuk satu kesatuan.

Proposisi ini sebagai isi konsep yang masih kasar, lalu akan melahirkan pernyataan dalam bentuk sebuah kalimat.

4. Henry Guntur Tarigan

Merupakan satuan bahasa yang paling lengkap, lebih tinggi daru klausa atau kalimat, kemudian mempunyai kepaduan atau kohesi yang baik.

Mempunyai awal dan akhir yang kelas, saling berkesinambungan dan bisa disampaikan secara lisan dan juga tulisan.

5. Sumarlan dkk

Menurut Sumarlan dkk, adalag satuan bahasa terlengkap yang dinyatakan secara lisan, seperti ceramah, pidato, dialog hingga khotbah.

Atau juga dapat secara tertulis seperti novel, cerpen, surat, buku hingga dokumen tertulis yang dilihat dari srtuktur lain dalam segi bentuk kohesif.

Baca Juga :  Pengertian Filsafat Secara Umum, Etimologi dan Para Ahli

6. Hasan Alwi dkk

Merupakan deretan kalimat yang berhubungan sehingga membentuk makna yang serasi, antara kalimat-kalimat tersebut.

Kemudian rentetan kalimat ini tidak dapat disebut dengan wacana jika tidak ada kepaduan makna. Sebaliknya, akan membentuk sebuah discourse karena rentetan kalimat ini membentuk makna yang serasi.

Jenis

Jenis Wacana

Selain terdiri dari banyak pengertian, bahkan juga dari banyak ahli, sebuah discourse juga memiliki jenis yang berbeda.

Setidaknya terdapat 5 jenis, diantaranya aadalah narasi, eksposisi, argumentasi, deskripsi dan persuasi. Berikut penjelasan masing-masing jenis itu.

1. Narasi

Merupakan sebuah cerita yang dapat berdasar pada urutan suatu peristiwa, narasi juga dapat berbentuk imajinatif dan ekspositaris.

Terdapat pula unsur-unsur didalamnya, seperti kejadian, konflik, tokoh, alur, plot bahkan hingga latar yang terdiri atas latar waktu, suasana hingga tempat.

2. Eksposisi

Adalah sebuah penjelasan mengenai suatu karangan dengan terperinci, tujuannya adalah dapat memberikan sebuah informasi dan dapat memperluas ilmu pengetahuan bagi setiap para pembaca.

Eksposisi biasanya dipakai dalam suatu karya ilmiah, misalnya makalah, artikel ilmiah, seminar hingga simposium atau penataran.

3. Argumentasi

Merupakan sebuah karangan yang berisi pendapat, sikap maupun penilaian terhadap hal yang disertakan dengan menggunakan bukti, alasan serta pernyataan yang dapat diterima secara akal pikiran atau logis.

Tujuannya adalah berusaha untuk dapat meyakinkan para pembaca mengenai kebenaran dari karangan tersebut.

4. Deskripsi

Merupakan suatu karangan yang mampu menggambarkan sesuatu atau objek berdasarkan dari pengamatan yang sebelumnya sudah dilakukan. Dengan juga menggunakan perasaan serta pengalaman dari si penulis karangan tersebut.

Keutuhan

Kohesi

Yang dimaksud dengan kohesi adalah hubungan antara kalimat dalam suatu paragraf, sehingga dapat menyebabkan kalimat serta paragraf ini menjadi satu kesatuan yang padu dan membentuk sebuah wacana yang utuh.

Baca Juga :  Bimbingan Konseling: Pengertian, Tujuan, Prinsip, Manfaat

Discourse tersebut menggunakan pola hubungan konjungsi, yang artinya kata hubung.

Koherensi

Yang dimaksud dengan koherensi adalah keterkaitan antara kalimat yang sistematis, hingga akhirnya keterkaitan tersebut dapat mengakibatkan kalimat menjadi padu dalam artian kalimat-kalimat ini membentuk sebuah pola yang dapat dimengerti oleh para pembaca.

Tujuan Wacana

Tujuan Wacana

Apa yang ingin dicapai dalam adanya discourse ini dapat dipengaruhi dan ditentukan oleh kebutuhan dasar manusia, setidaknya terdapat 4 kebutuhan dasar yang mampu mempengaruhi terwujudnya wacana, berikut ini empat kebutuhan dasar tersebut.

A. Rasa ingin untuk memberi informasi kepada orang lain, atau sebaliknya ingin memperoleh informasi dari orang lain akan suatu hal.

B. Rasa ingin untuk dapat meyakinkan seseorang terkait suatu kebenaran sesuatu, lebih jauh merupakan sikap memengaruhi orang lain ketika mengeluarkan pendapat.

C. Rasa ingin untuk dapat menggambarkan serta menceritakan bagaimana bentuk atau wujud suatu barang, mendeskripsikan cita rasa suatu benda, hal hingga bunyi.

D. Rasa ingin menceritakan kepada orang lain tentang sebuah kejadian atau peristiwa yang tengah terjadi, baik yang dialmi sendiri maupun yang didengar dari orang lain.

Penjelasan singkat diatas merupakan pengertian mengenai apa yang dimaksud dengan wacana, dengan adanya penjabaran tersebut diharap banyak para pembaca yang mengetetahui dan memahami hal ini.

Berbagi itu Indah!

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.